Memahami Lanskap Bentarum
Jelajahi desa, habitat, dan pola penggunaan lahan yang membentuk lanskap penting ini
Dinamika Lanskap Bentarum
Bentarum tidak memiliki batas wilayah yang pasti. Sangga Bumi berfokus pada kawasan seluas 326.862 hektare yang terletak di antara Taman Nasional Danau Sentarum di selatan dan Taman Nasional Betung Kerihun di utara. Batas barat membentang dari Desa Sepandan di selatan hingga Setulang di utara. Batas timur membentang dari Melemba di selatan hingga Sungai Uluk Palin.

Desa
Terdapat 26 desa di dalam koridor Bentarum. Desa-desa tersebut dihuni sekitar 14.284 jiwa. Sebagian besar masyarakat Bentarum merupakan masyarakat adat Dayak Iban dan Dayak Tamanbaloh, dengan populasi lebih kecil dari Dayak Kantuk. Selain itu, terdapat pula komunitas kecil masyarakat Melayu nonadat. Mayoritas penduduk Bentarum beragama Katolik.
Jenis Habitat
Bentarum secara umum dapat dibagi menjadi enam tipe habitat utama:
- Rawa gambut tidak terganggu seluas 86.764,2 hektare
- Hutan dataran rendah kering terganggu seluas 80.975,78 hektare
- Hutan dataran rendah kering tidak terganggu seluas 86.172,66 hektare
- Rawa air tawar seluas 28.746,23 hektare
- Pertanian campuran seluas 27.811,6 hektare
- Rawa gambut terganggu seluas 16.392,11 hektare
Kategori Lahan
Lahan di Indonesia dibagi menjadi kawasan yang harus tetap berhutan (Kawasan Hutan) dan lahan yang diperuntukkan bagi penggunaan industri (Areal Penggunaan Lain/APL).
Penggunaan Lahan
Terdapat satu Hutan Adat di Bentarum, yaitu Hutan Adat Sungai Utik seluas 9.480,4 hektare di Desa Batu Lintang. Sangga Bumi sedang memfasilitasi 10 pengajuan Hutan Adat di 10 desa dengan total luas 98.776,68 hektare. Selain itu, terdapat sedikitnya sembilan pengajuan Hutan Adat lain yang sedang diproses.
Terdapat 12 Hutan Desa di Bentarum dengan luas total 49.716 hektare.
Konsesi
Izin Usaha Pemanfaatan Hutan
Di kawasan hutan, terdapat tiga perusahaan yang mengelola izin usaha pemanfaatan hutan, yang diperkirakan akan dikembangkan menjadi proyek perdagangan karbon.
Konsesi Kelapa Sawit
Di dalam kawasan Areal Penggunaan Lain (APL), terdapat satu perusahaan yang mengelola konsesi kelapa sawit
Satwa Liar
Bentarum merupakan kawasan penting bagi keanekaragaman hayati. Kombinasi hutan dipterokarpa dataran rendah dan rawa gambut menjadi habitat berbagai mamalia, termasuk orangutan, owa, lutung, monyet ekor panjang, tarsius, kukang, beruang madu, serta empat dari lima spesies kucing kecil Kalimantan.
Sangga Bumi memprioritaskan tiga spesies utama:

Lutung tiga warna (Presbytis chrysomelas cruciger) yang berstatus Kritis

Owa Abbott (Hylobates abbotti) yang berstatus Terancam Punah

Kucing kepala datar (Prionailurus planiceps) yang berstatus Terancam Punah