March, 2026
Sangga Farming
Mentransformasi Pertanian dan Membuka Potensi Hutan
Berinovasi untuk Ketahanan Pangan dan Mata Pencaharian Berkelanjutan
Transformasi pertanian adalah tentang memperkenalkan praktik cerdas iklim yang mengatasi buruknya kualitas tanah, banjir, dan keterisolasian pasar, sekaligus memperkuat pengetahuan lokal melalui solusi praktis. Mulai dari pertanian regeneratif dan hidroponik hingga pemetaan digital dan identifikasi Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK), berbagai inisiatif ini merupakan bagian dari Sangga Farming yang bertujuan membangun sistem pangan yang tangguh dan mata pencaharian pedesaan yang berkelanjutan.
Education Centre: Pusat Pengetahuan bagi Masyarakat
Masyarakat Bentarum menghadapi tantangan seperti rendahnya produktivitas pertanian, banjir, dan terbatasnya pemahaman terhadap regulasi perusahaan. Education Centre yang berlokasi di Pulau Manak menyediakan ruang untuk belajar, solusi praktis, dan dialog masyarakat. Fasilitas ini memiliki plot demonstrasi pertanian regeneratif dan hidroponik, uji coba pakan ayam lokal, serta persemaian dengan lebih dari 5.000 bibit dari 23 spesies.
Education Centre membantu masyarakat meningkatkan ketahanan pangan, mendiversifikasi mata pencaharian, dan mendukung konservasi keanekaragaman hayati.
Hidroponik sebagai Solusi Pertanian di Daerah Pedesaan
Degradasi tanah dan banjir membuat pertanian tradisional di Bentarum semakin tidak dapat diandalkan. Hidroponik menawarkan alternatif dengan menanam tanaman dalam air kaya nutrisi sebagai pengganti tanah, sehingga memungkinkan budidaya di area terdegradasi dan mengurangi tekanan pada tepi hutan. Kami telah membangun dua plot demonstrasi hidroponik—satu di Education Centre di Pulau Manak dan satu lagi di Desa Setulang—menggunakan Nutrient Film Technique untuk menanam sayuran daun. Lokasi ini menyediakan pelatihan bagi petani lokal mengenai metode pertanian modern dan efisien yang mendukung ketahanan pangan dan mata pencaharian berkelanjutan.
Dari plot demonstrasi kami, kami telah mencoba menjual sayuran ke pasar lokal dengan harga sebagai berikut:
- Pakcoy seharga Rp30.000/kg
- Sawi keriting seharga Rp40.000/kg
- Selada keriting seharga Rp40.000/kg
Digitalisasi Aktivitas Pertanian
Petani di Bentarum sering bergantung pada pengepul yang menawarkan harga rendah dan akses pasar yang terbatas. Untuk mengatasi hal ini, kami memetakan lahan pertanian menggunakan citra satelit resolusi tinggi dan membuat katalog tanaman untuk membangun basis data pertanian digital. Sistem ini akan membantu menghubungkan petani dengan pembeli, meningkatkan perencanaan, dan menyelaraskan produksi tanaman dengan permintaan pasar. Di Nanga Ngaung, kami sedang melakukan uji coba pemetaan komoditas terperinci dan analisis tanah pada 52 lahan yang menanam padi, jagung, kakao, dan pisang.
Pemetaan Spasial Potensi HHBK
Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) menawarkan peluang pendapatan yang berharga, namun distribusinya di Bentarum masih kurang terdokumentasi. Kami bekerja sama dengan masyarakat desa untuk memetakan spesies penting dan membuat lapisan spasial yang menunjukkan lokasi tumbuhnya tanaman dan pohon bernilai ekonomi tinggi, beserta data kepemilikannya. Salah satu contohnya adalah tengkawang dari pohon Shorea stenoptera. Hingga saat ini, kami telah memetakan 2.466 pohon di 11 desa, yang menjadi dasar bagi pemanenan berkelanjutan dan peningkatan akses pasar.



