April, 2026
Sangga Health
Penguatan Kesehatan Masyarakat dan Ekosistem
Mendorong Gizi yang Lebih Baik dan Penghidupan Berkelanjutan di Lanskap Kaya Keanekaragaman Hayati
Di lanskap yang kaya keanekaragaman hayati dan multikultural seperti Bentarum, masyarakat mengandalkan berbagai praktik adat dalam penggunaan hutan, praktik berburu dan meramu, serta pengelolaan ternak untuk memenuhi kebutuhan harian dan gizi mereka. Praktik-praktik ini berkaitan erat dengan dinamika yang lebih luas, termasuk akses rumah tangga terhadap protein, perburuan, kepemilikan ternak, risiko penyakit zoonosis, serta nilai budaya yang terkait dengan satwa liar dan ternak.
Untuk lebih memahami keterkaitan ini, Sangga Bumi Lestari meluncurkan Program Sangga Health pada Mei 2025. Sebagai langkah awal, survei dasar dilakukan di 14 desa di lanskap Bentarum. Survei ini bertujuan untuk menilai hubungan antara kondisi lingkungan dan kesehatan manusia, dengan fokus khusus pada pola konsumsi, praktik berburu dan meramu, serta aktivitas pertanian. Instrumen survei dikembangkan bekerja sama dengan Durrell Institute of Conservation and Ecology di University of Kent, guna memastikan pendekatan yang ketat dan interdisipliner.
Per Maret 2026, hasil survei telah membantu mengidentifikasi satu prioritas utama: kebutuhan untuk memperkuat akses terhadap sumber protein domestik yang andal dan berkelanjutan. Temuan ini telah memengaruhi arah Program Sangga Health dan integrasinya dengan prioritas pembangunan lokal.
Untuk mendukung implementasi, Sangga Bumi Lestari bekerja sama secara erat dengan lembaga pemerintah daerah, termasuk Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Baperida) Kapuas Hulu, Dinas Pertanian dan Pangan, Dinas Sosial, serta Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, dan Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa untuk meningkatkan sumber protein domestik melalui pelatihan protokol WASH, pencegahan penyakit zoonosis, dan produksi pakan ternak dari sumber lokal.
Kolaborasi erat juga sedang dilakukan dengan Dinas Kesehatan Kapuas Hulu dan pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) untuk memperkuat sistem kesehatan dan gizi masyarakat melalui peningkatan kapasitas, penguatan dukungan maternal, pelembagaan layanan dalam anggaran desa, serta pembentukan pemantauan kesehatan dan konsumsi berbasis data.