Mengembangkan Basis Data Keanekaragaman Hayati Tingkat Lanskap

Tantangan

Solusi

Perkembangan

Survei vertebrata telah memungkinkan kami untuk mengidentifikasi bahwa lutung tiga warna yang berstatus Kritis (Presbytis chrysomelas cruciger) hidup dengan kepadatan 1,481 kelompok/km² di hutan rawa gambut, yang merupakan habitat utamanya, dan 0,56 kelompok/km² di habitat pertanian campuran. Bentarum diperkirakan memiliki populasi sebanyak 7.545 individu, yang kemungkinan merupakan populasi terbesar yang masih tersisa. Data ini telah mendorong pengembangan strategi khusus untuk mengurangi perburuan lutung trenggiling tiga warna serta melindungi habitatnya, dengan fokus di Sungai Ajung.

Survei triangulasi telah mengonfirmasi bahwa owa yang terlihat di bagian utara Bentarum adalah Owa Abbott yang berstatus Terancam Punah (Hylobates abbotti). Mereka hidup dengan kisaran kepadatan 0,41-1,01 kelompok/km², yang tergolong rendah namun masih layak untuk mempertahankan populasi. Kepadatan ini menghasilkan perkiraan populasi sebanyak 4.657 kelompok. Data ini telah mendorong pengembangan strategi khusus untuk mengurangi perburuan owa Abbott serta melindungi habitatnya, dengan fokus pada desa Sungai Uluk Palin dan Banua Tanga.

Kami telah berhasil memperoleh gambar empat dari lima spesies kucing kecil di Kalimantan, termasuk kucing kepala rata yang berstatus Terancam Punah (Prionailurus planiceps) dan sangat jarang terdokumentasikan. Hal ini mendorong pembentukan Kelompok Kerja Kucing Kecil Kalimantan Barat, yang difasilitasi oleh Sangga Bumi Lestari bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Barat. Bentarum telah diidentifikasi sebagai kawasan dengan prioritas tinggi untuk konservasi kucing kecil.

Scroll to Top