March, 2026
Pemulihan Hutan melalui Tembawang, Sistem Agroforestri Tradisional
Tantangan
Meskipun sebagian besar wilayah Bentarum masih berupa hutan, kawasan terdegradasi tersebar di berbagai lokasi. Kawasan tersebut memiliki potensi untuk dipulihkan guna meningkatkan konektivitas hutan di Bentarum. Masyarakat mendukung upaya pemulihan hutan, tetapi juga menginginkan agar kawasan tersebut tetap memberikan manfaat ekonomi.
Solusi
Tembawang merupakan bentuk agroforestri tradisional masyarakat Dayak di Kalimantan Barat. Tembawang adalah kebun hutan yang dikelola di bekas ladang berpindah dan ditanami beragam pohon buah, tanaman obat, jenis kayu, serta vegetasi bermanfaat lainnya.
Saksikan bagaimana kearifan lokal dan konservasi modern bersatu untuk memulihkan hutan di Bentarum.
Perkembangan
Pada Maret 2026, kami telah membangun Tembawang seluas 12 hektare di Desa Labian beserta sebuah persemaian. Secara keseluruhan, sebanyak 6.038 bibit telah ditanam dari total 42 spesies. Di persemaian kami, sebanyak 10.370 bibit telah dibudidayakan dari total 58 spesies. Tembawang kami menampung 4.698 bibit dari 23 spesies pohon buah yang tumbuh lambat. Tanaman ini menawarkan potensi keuntungan ekonomi di masa depan serta mendorong perlindungan jangka panjang terhadap kawasan Tembawang.
Spesies utama meliputi 300 pohon Archidendron jiringa yang menghasilkan buah jengkol bernilai ekonomi tinggi; 824 pohon Nephelium lappaceum yang menghasilkan buah rambutan; 388 pohon Aquilaria beccariana yang dimanfaatkan untuk dupa, parfum, dan ukiran tangan kecil; serta 495 pohon Parkia speciosa yang menghasilkan petai.