Hidroponik sebagai Solusi Pertanian di Daerah Pedesaan
Tantangan
Erosi air, deforestasi, dan polusi telah menurunkan kualitas tanah di beberapa bagian Bentarum. Peningkatan banjir membuat pertanian tradisional menjadi tidak dapat diandalkan. Perusakan tanaman dan pencarian makan oleh monyet ekor panjang di area perbatasan hutan dan pertanian mengurangi keamanan petani.
Solusi
Pertanian hidroponik sepenuhnya menghilangkan kebutuhan akan tanah. Alih-alih bergantung pada nutrisi dan struktur tanah, tanaman ditumbuhkan dalam larutan air kaya nutrisi yang menyediakan semua kebutuhan langsung ke akarnya. Sistem hidroponik dapat dibangun di mana saja, memungkinkan petani memanfaatkan area terdegradasi dan mengurangi kebutuhan untuk terus menggunakan area rentan di tepi hutan.
Perkembangan
Kami telah membangun dua plot demonstrasi hidroponik. Di pusat pembelajaran Sangga Hub kami di Pulau Manak, kami mengembangkan sistem Nutrient Film Technique (NFT), yang saat ini digunakan untuk membudidayakan berbagai sayuran daun seperti selada, kangkung, pakcoy, dan sawi. Fasilitas ini berfungsi sebagai pusat pendidikan dan pelatihan bagi petani muda dan masyarakat lokal untuk memahami dasar-dasar budidaya tanpa tanah, manajemen nutrisi, dan penggunaan air secara efisien.
Kami juga mendukung pengembangan hidroponik di Desa Setulang di wilayah barat Bentarum. Di Setulang, kami juga membantu membangun sistem hidroponik NFT yang menanam varietas sayuran daun yang sama seperti di Sangga Hub. Tim ahli Sangga Bumi memberikan pelatihan berkelanjutan dan bantuan teknis kepada masyarakat Setulang, mendukung pengembangan dan pemeliharaan sistem hidroponik ini, perawatan tanaman, panen, hingga pemasaran hasil produksi. Tujuannya adalah menghasilkan sayuran sehat bagi keluarga yang mendukung program ketahanan pangan Indonesia sekaligus menerapkan model pertanian modern yang berfungsi sebagai media pendidikan dan pembelajaran bagi masyarakat.







