Digitalisasi Aktivitas Pertanian
Tantangan
Aktivitas ekonomi di Bentarum masih rendah. Petani, jika mereka menjual hasil panen sekalipun, bergantung pada pengepul yang datang ke lahan dan hanya membeli komoditas yang diminati. Harga yang ditawarkan rendah. Petani menginginkan akses pasar yang lebih luas, tetapi tidak ada mekanisme bagi pembeli untuk melakukan pemesanan, dan tanaman tidak ditanam berdasarkan permintaan pasar.
Solusi
Mendigitalisasi aktivitas pertanian dengan membuat peta spasial yang menggambarkan setiap area pertanian dan membangun katalog tanaman. Basis data aktivitas pertanian ini akan memfasilitasi hubungan yang lebih terstruktur antara petani dan pembeli serta memungkinkan perencanaan yang lebih baik.
Perkembangan
Kami telah memetakan distribusi lahan pertanian di seluruh Bentarum menggunakan citra satelit resolusi tinggi yang dipadukan dengan data VIIRS Fire Alerts untuk memantau area pembakaran lahan pertanian baru. Basis data ini diperbarui secara bertahap sepanjang tahun.
Di salah satu dusun (Nanga Ngaung) di Desa Sungai Ajung, kami juga sedang menguji coba pemetaan komoditas yang lebih terperinci. Terdapat 16 lahan pertanian tanaman pangan di Nanga Ngaung, tempat padi, jagung, kakao, dan pisang ditanam. Selain itu, kami melakukan analisis tanah dengan memperkirakan tingkat pH serta karakteristik fisik dan biologis tanah
