April, 2026
Pemetaan Spasial Potensi HHBK
Tantangan
Pembeli sering mendatangi Sangga Bumi untuk menanyakan apakah terdapat spesies pohon atau tanaman liar tertentu di Bentarum. Terkadang kami mengetahuinya, tetapi sering kali tidak. Bahkan jika masyarakat desa dapat memastikan keberadaan suatu komoditas, lokasi dan jumlahnya tidak selalu diketahui. Kurangnya informasi ini menyebabkan masyarakat kehilangan peluang pendapatan dari potensi Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK).
Solusi
Bekerja sama dengan masyarakat desa untuk memetakan spesies utama dan membuat lapisan distribusi yang menunjukkan lokasi pohon dan tanaman yang berpotensi bernilai ekonomi tinggi. Lapisan distribusi ini perlu dilengkapi dengan data administratif yang menjelaskan kepemilikan.
Perkembangan
Salah satu Hasil Hutan Bukan Kayu yang paling bernilai adalah tengkawang, yang berbunga secara massal dari pohon dipterokarpa Shorea stenoptera. Bekerja sama dengan masyarakat di seluruh Bentarum, kami telah memetakan lokasi 3.466 pohon: 514 pohon di Ulak Pauk, 481 pohon di Pulau Manak, 476 pohon di Sungai Ajung, 253 pohon di Setulang, 168 pohon di Tamao, 251 pohon di Sungai Ulak Palin, 323 pohon di Menua Sadap, 346 pohon di Banua Tanga, 276 pohon di Mensiau, 167 pohon di Banua Martinus, dan 211 pohon di Labian



